November 21, 2016
Pucen akan mengadakan seminar PRB dan dunia pariwisata

Pujiono Centre kembali akan mengadakan serial seminar pengurangan risiko bencana (PRB). Bekerja sama dengan Program D3 Kepariwisataan Universitas Gajah Mada dan Forum PRB DIY, seminar akan dilaksanakan pada 25 November 2016 di BPBD DIY, mengusung tema a�?Strategi Pariwisata dalam Konteks Pengurangan Risiko Bencana di Indonesiaa�?.

Menurut Wenny Agatia, seminar sehari tersebut bertujuan membangun pemahaman tentang hubungan antara bisnis kepariwisataan dan PRB. Hal ini dipandang cukup penting mengingat posisi sektor kepariwisataan sebagai motor ekonomi di satu pihak, dan keniscayaan risiko bencana didalam konteks Indonesia pada sisi yang lain.

Selain itu, seminar ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi potensi-potensi strategi bisnis kepariwisataan yang berkesadaran PRB. a�?Untuk itu, disediakan ruang untuk berbagi pandangan dan pengalaman praktik strategi bisnis kepariwisataan yang berkesadaran PRB,a�? imbuhnya.

Hasil dari seminar tersebut, menurut F Asisi Widanto, Manajer Pujiono Centre, adalah adanya usulan kerangka kerja bisnis kepariwisaataan yang berkesadaran pengurangan risiko bencana, potensi strategi bisnis kepariwisaataan yang berkesadaran pengurangan risiko bencana, dan agenda pembelajaran dan penelitian dalam disiplin bisnis kepariwisataan.

a�?Adalah sudah waktunya bahwa pengetahuan akan adanya hubungan antara Pengurangan risiko bencana dan bisnis kepariwisataan menjadi salah satu agenda peningkatan pengetahuan empiris bagi civitas akademika, dalam posisi mereka sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam bisnis kepariwisataan,a�? jelas Asisi. *)

Baca TOR Seminar

Kerangka Acuan Kerja
The 1st E-Series Seminar Pujiono Centre
Strategi Pariwisata dalam Konteks Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia
Yogyakarta, 25 November 2016
Gedung BPBD DIY

sumber: Koran Sindo

Latar Belakang

Pariwisata Indonesia adalah salah satu sektor strategis dengan menjadikan wisata alam sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan yang menghasilkan nilai tambah ekonomis. Tempat-tempat destinasi, seperti misalnya pantai, gunung, pegunungan/perbukitan, dan pedesaan, yang menyimpan keindahan alam sering dekat dengan bahaya; dan oleh karenanya semua proses bisnis kepariwisataan bersinggungan dengan pengurangan risiko bencana. Namun, hal ini sering terlupakan, dan oleh pengelola dan wisatawan tidak diperhitungkan sebagai faktor penentu keberhasilan bisnis pariwisata. Indonesia sebagai negara yang mempunyai karakteristik kebencanaan diharuskan untuk mampu menyelenggarakan pembangunan dalam konteks adanya risiko bencana termasuk banyak di antaranya yang berkaitan dengan bisnis kepariwisataan.

Unduh TOR Seminar Strategi Pariwisata dlm Konteks PRB di Indonesia

Kesadaran bahwa risiko bencana dapat terkurangi, atau setidaknya diperhitungkan, dapat memberikan rasa aman ketika wisatawan menggunakan jasa pelayanan kepariwisataan. Seharusnya rasa aman tersebut dijadikan salah satu pertimbangan penting bagi wisatawan untuk akhirnya memilih pelayanan wisata itu. Ketidaktahuan, kurangnya kesadaran akan bahaya bencana, dan kurangnya ketersediaan kemampuan dari pihak pengelola bisnis pariwisata dapat mengancam keberlanjutan bisnis kepariwisataan itu sendiri. Oleh karena itu, Manajemen Pengurangan Risiko Bencana seyogyanya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari siklus manajemen bisnis lepariwisataan.

Pengetahuan akan Disaster Risk Management dalam kaitannya dengan bisnis kepariwisataan sudah waktunya menjadi salah satu agenda peningkatan pengetahuan empiris bagi civitas akademika sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam bisnis kepariwisataan. Para akademisi yang sudah mendapatkan pemahaman semacam ini, kemudian, dapat mengolah pengetahuan itu dan mendukung pemangku kepentingan pariwisata dalam pengelolaan bisnis kepariwisataan mereka yang berkesadaran tentang risiko bencana.

Tujuan
Memahami tentang hubungan antara bisnis kepariwisataan dan pengurangan risiko bencana.
Mengidentifikasi potensi potensi strategi bisnis kepariwisaataan yang berkesadaran pengurangan risiko bencana.
Berbagi pandangan dan pengalaman praktik strategi bisnis kepariwisaataan yang berkesadaran pengurangan risiko bencana.

Hasil
Usulan kerangka kerja bisnis kepariwisaataan yang berkesadaran pengurangan risiko bencana.
Potensi strategi bisnis kepariwisaataan yang berkesadaran pengurangan risiko bencana.
Agenda pembelajaran dan penelitian dalam disiplin bisnis kepariwisataan.

Peserta
Mahasiswa D3, S1, S2 dan S3 Universitas Gadjah Mada.
Pelaku wisata.
Pelaku/praktisi kebencanaan.
Umum.

Biaya Tiket Seminar
Civitas Akademika UGMA�A� A�: Rp25.000,-
Di luar UGM / UmumA�A� A�A�A� A� : Rp50.000,-

Tanggal dan Tempat Pelaksanaan
Jumat, 25 November 2016 (8.00 a�� 14.30) di Ruang Pertemuan Lt. 2 BPBD Provinsi DIY Jl. Kenari 14A Mujamuju Yogyakarta

Bentuk Kegiatan
Seminar sehari, kerjasama antara D3 Kepariwisataan Universitas Gadjah Mada, Forum PRB Provinsi DIY dan Pujiono Centre

Informasi lebih lanjut dan pendaftaran silakan hubungi:
Wenny (HP/WA: 0812-2967-388; Email: agatia.wenny@gmail.com)
Asisi (HP/WA: 0813-6026-7130; Email: nang.tok@gmail.com)