Saat ini masyarakat dan pemerintah negara-negara di dunia telah kian menyadari dampak merugikan yang ditimbulkan oleh bencana dan perubahan iklim. Pemanasan global yang dirasakan di sebagian besar belahan dunia telah meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana-bencana hidrometeorologis, dan menimbulkan kerusakan serta kerugian yang semakin besar.

Upaya pencegahan dan peredaman ancaman, pengurangan kerentanan, peningkatan ketahanan dan kapasitas adaptasi terhadap risiko bencana ataupun perubahan iklim, serta pemulihan pascabencana perlu didukung oleh basis bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Peran “assessment” bagi design PRB, perencanaan pembangunan, dan perencanaan rehab rekon menjadi penting karena semua desain dan perencanaan di atas didesak untuk semakin “evidence-based”.

Penilaian risiko memiliki skala dan kedalaman berbeda satu sama lain tergantung pada tujuan dan tingkat penerapannya. Penilaian ini juga dilaksanakan dengan menggunakan berbagai metodologi dari berbagai disiplin ilmu. Dalam beberapa tahun terakhir ini, sejalan dengan semakin diterimanya pendekatan pengurangan risiko berbasis komunitas dalam arus utama pengurangan risiko bencana dan perubahan iklim, penilaian risiko di tingkat lokal yang menggunakan metodologi-metodologi berbasis masyarakat juga menjadi kian penting dan telah tumbuh dengan sangat pesat dalam hal jumlah, metodologi, dan proses-proses yang digunakan.

Saat ini telah tersedia beberapa instrumen pengkajian bencana dan perubahan iklim yang dikembangkan oleh para pihak, seperti Hazard, Vulerability and Capacity Assessment; Damage and Loss Assessment; Post Disaster Need Assessment; Disaster Risk Index; Climate Change Impact Assessment; dan banyak lagi lainnya. Semua perangkat ini dikembangkan oleh lembaga-lembaga internasional dengan perspektif global mereka. Seminar ini bermaksud mendiskusikan upaya-upaya membumikan pengkajian-pengkajian ini ke tingkat masyarakat lokal.

Masyarakat merupakan pihak terdepan yang berhadapan dengan ancaman bencana dan perubahan iklim. Di Indonesia dan banyak negara tetangga lainnya, masyarakat petani dan nelayan semakin lama kian merasakan dampak merugikan yang ditimbulkan oleh kenaikan muka air laut, kekeringan, banjir, badai, cuaca ekstrem, dan ancaman-ancaman hidrometeorologis lainnya. Namun, masyarakat yang mengalami dampak merugikan langsung ini malah seringkali kurang dilibatkan dalam pengkajian-pengkajian risiko yang dimaksudkan untuk mengurangi risiko bencana dan iklim yang mereka hadapi. Oleh karena itu, seminar ini memberi fokus khusus pada upaya mengkaji di mana dan bagaimana masyarakat lokal berperan dalam berbagai pendekatan dan teknik pengkajian bencana dan perubahan iklim yang ada saat ini. Diharapkan hasil temuan dari seminar ini akan membantu memperkuat masuknya perspektif dan aspirasi masyarakat lokal dalam pengkajian-pengkajian risiko bencana dan perubahan iklim.