May 6, 2017
Rilis Pers: Peluncuran Rumah Kajian Ervi Pujiono
11-Joglo-E-Pujiono-Learning-House_Karanglo-Sleman-Jogja

YOGYAKARTA, PUCEN a�� Pusat Kajian Pujiono (Pujiono Centre, disingkat PUCEN) akan meluncurkan Rumah Kajian Ervi Pujiono (E-Pujiono Learning House). TujuanA� Rumah Kajian ini adalah sebagai sarana pembelajaran dalam pelaksanaan “Manajemen Pengetahuan tentang Ketangguhan Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim”. Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mewujudkan hal ini antara lain (1) Beakarya E-Pujiono (E-Pujiono Fellowship) 2017 a�� 2018, (2) Seri buku ketangguhan bencana dan adaptasi perubahan iklim di Indonesia, dan (3) Serangkaian seminar dengan tema ketangguhan bencana dan adaptasi perubahan iklim.

Peluncuran Rumah Kajian Ervi Pujiono ini akan dilakukan pada hari Sabtu, 6 Mei 2017, pukul 14.00 a�� 17.00 WIB di JogloA� Rumah Kajian Ervi Pujiono, di Jalan Pendowoharjo, Dusun Karanglo, Desa Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Kemudian malamnya akan dilanjutkan dengan sajian musik keroncong untuk menghibur para peserta diskusi peluncuran rumah kajian dan warga sekitar di Dusun Karanglo ini.

Tautan terkait Rumah Kajian Ervi Pujiono (E-Pujiono Learning House)

Ervi Pujiono telah menjadi ilham bagi berdirinya Rumah Kajian Ervi Pujiono. Ervi Pujiono adalah seorang perempuan yang memiliki minat luas, dimana ketegaran dan tekadnya di bidang manajemen, kedermawanan, kebugaran, dan kemanusiaan menjadi inspirasi untuk memajukan ketangguhan masyarakat. Ervi Pujiono meninggal dunia pada 26 April 2017 di umur 49 tahun setelah perjuangan panjang melawan kanker.

Dengan demikian pada huruf “E” dalam “E-Pujiono Learning House” mengandung dua makna, yaitu singkatan dari a�?Ervi Pujionoa�? dan a�?Elektronika�?. Makna huruf a�?Ea�? bermakna a�?Elektronika�? yaitu gagasan untuk mendorong pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran melalui platform elektronik untuk penelitian dan penerbitan.

Pada awal berdirinya Rumah Kajian Ervi Pujiono hingga tahun pertama dapat berjalan karena mendapatkan dukungan pendanaan dari a�?Dana Perwalian Ervi Pujionoa�? (Ervi Pujiono Trust Fund). Dana perwalian ini berasal dari pemanfaatan berkelanjutan dari penghimpunan dana interasional melalui crowdsourcing yang tadinya dinaksudkan untuk membiayai kepulangan Ervi Pujiono dari rumah sakit di Bangkok, Thailand ke Indonesia. Untuk selanjutnya dana perwalian ini juga menyambut baik kesempatan kemitraan dengan lembaga-lembaga filantropis dan riset, baik nasional maupun internasional.

Rumah Kajian Ervi Pujiono memiliki dewan penasehat, dewan editor seri buku, dan editor teknis seri buku. Dewan Penasehat Rumah Kajian Ervi Pujiono antara lain: (1) Rahmawati Hussein, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC); (2) Alan Feinstein, Yayasan Pertukaran Persahabatan Amerika a�� Indonesia; (3) Sugeng Triutomo, Pengurangan Risiko Bencana Indonesia; (4) Rosalia Sciortino Sumaryono, the SEA Junction; (5) Maria Hartiningsih, Jurnalis pembela hak asasi manusia; dan (6) Puji Pujiono, Pekerja sosial kemanusiaan.

Sementara itu Dewan Editor Seri Buku antara lain: (1) Dr. Jonatan A. Lassa (Universitas Charles Darwin, Australia); (2) Dr. Riyanti Djalante (Universitas Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jerman); (3)A�A� A�Dr. Saut Sagala (Institut Teknologi Bandung – ITB; RDI Indonesia); dan (4) Avianto Amri (Kandidat PhD., Universitas Macquarie, Australia). Sedangkan Editor Teknis Seri Buku adalah Dr. Mizan Bustanul Fuad Bisri, Universitas Kobe, Jepang.

Rencana publikasi Rumah Kajian Ervi Pujiono dalam Seri Ketangguhan Bencana dan Adaptasi Iklim antara lain sebagai berikut: (1) Implementasi kelembagaan pengurangan risiko bencana (PRB) di tingkat lokal; (2) Penerapan penilaian pascabencana di tingkat lokal; (3) Perencanaan PRB di tingkat lokal; (4) Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) dan konsep desa tangguh; (5) Semangat di balik UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana; (6) Jurnalisme dan manajemen risiko bencana; dan (7) Kolaborasi daring Ensiklopedia Gunung Berapi Indonesia, Ensiklopedia Bencana, dll.

Dalam tahun pertama ini Rumah Kajian Ervi Pujiono juga akan memberikan beakarya (fellowship) kepada pembelajar dan praktisi untuk memajukan pemahaman publik terhadap ketangguhan terhadap bencana dan adaptasi perubahan iklim. Beakarya Rumah Kajian Ervi Pujiono Tahun 2017-2018 diberikan kepada Djuni Pristiyanto, seorang pegiat penanggulangan bencana dan lingkungan sekaligus penulis dan editor. Selama dekade terakhir, Djuni mendirikan dan mengelola Milis Bencana maupun lingkungan yang beranggotakan 5.000 orang lebih. Melalui 11.500 email mereka membahas isu-isu aktual tentang ketangguhan. Djuni yang pembelajar otodidak menghimpun informasi yang terakumulasi; dan Beakarya Ervi Pujiono memberinya kesempatan untuk secara sistematis menyusun materi-materi ini menjadi penerbitan untuk memajukan pemahaman publik tentang bencana.

— Selesai —

KONTAK PERSON:
1. Assisi (HP / WA: 0813-6026-7130; Email: nang.tok@gmail.com)
2. Rinto (HP / WA: 0812-2734-359; Email: rinto.andriono@gmail.com)

CATATAN UNTUK EDITOR:

Pusat Kajian Pujiono (Pujiono Centre, disingkat PUCEN) berdiri pada 12 Juni 2012 untuk berperan sebagai wadah pemikiran (think thank) dengan kantor pusat di Yogyakarta, Indonesia. PUCEN berfokus pada isu dan perdebatan tentang ketangguhan terhadap bencana, respon kemanusiaan, manajemen tanggap darurat, dan dimensi profesi pekerjaan sosial pada pengelolaan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim.

PUCEN didirikan oleh para ilmuwan dan praktisi manajemen bencana dan pengurangan risiko Indonesia sebagai penghargaan kepada Dr. Puji Pujiono, yang telah lama bekerja di bidang kemanusiaan dari Indonesia dan berperan kunci dalam reformasi kebijakan manajemen risiko bencana, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di ASEAN dan Asia Pasifik.

Agenda PUCEN antara lain: (1) Pelatihan pada kerangka kerja ketangguhan bencana; (2) Pengurangan risiko bencana berbasis komunitas; (3) Ketangguhan masyarakat desa; (4) Pengelolaan Rumah kajian Ervi Pujiono; (5) Manajemen pengetahuan tentang ketangguhan bencana dan adaptasi perubahan iklim; dan (6) Publikasi mengenai ketangguhan bencana dan adaptasi perubahan iklim.

PUCEN menempati kantor yang juga menjadi kantor Rumah Kajian Ervi Pujiono dengan alamat:
Jalan Pendowoharjo, Dusun Karanglo, Desa Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.
Tautan peta klik disini.

Sementara itu, Joglo Rumah Kajian Ervi Pujiono, sebuah rumah tradisional yang terletak di dusun yang teduh di Yogyakarta disediakan sebagai wadah seminar, pelatihan dan berbagai kegiatan penguatan kapasitas lainnya.

RILIS PERS PUJIONO CENTRE: Peluncuran Rumah Kajian Ervi Pujiono (E-Pujiono Learning House). Jumat, 5 Mei 2017, 15.00 WIB di Yogyayakarta. Ditulis oleh Djuni Pristiyanto – pujionocentre.org