May 12, 2017
Puji Pujiono Menanam Pohon Sirsak
025-Peluncuran-E-Pujiono-Learning-House-6Mei2017

YOGYAKARTA, PUCEN – Secara simbolis Puji Pujiono menanam sirsak di halaman depan Joglo Ervi Pujiono, Sleman, Yogyakarta sebelum acara peluncuran Rumah Kajian Ervi Pujiono (E-Pujiono Learning House) pada hari Sabtu (6/5) sore. Puji Pujiono adalah penggagas munculnya Rumah Kajian Ervi Pujiono dengan inspirasi dari Ervi Pujiono, istri Puji yang meninggal dunia pada 26 April 2017 karena penyakit kanker pada umur 49 tahun. Orientasi Rumah Kajian Ervi Pujiono ini berkisar pada penanggulangan bencana, pengurangan risiko, dan adaptasi perubahan iklim. Rumah Kajian Ervi Pujiono ini dimaknai sebagai rumah belajar dan mewadahi Pujiono Centre sebagai tempat untuk belajar.

Puji Pujiono mencangkul sendiri tanah untuk tanam pohon sirsak di halaman Joglo Ervi Pujiono. (Foto: Djuni Pristiyanto)

Puji Pujiono mencangkul sendiri tanah untuk tanam pohon sirsak di halaman Joglo Ervi Pujiono. (Foto: Djuni Pristiyanto)

Puji Pujiono mengatakan, a�?Dua minggu lalu istri saya, Ervi Pujiono dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kepergian Dik Ervi menciptakan kekosongan, setidak-tidaknya bagi diri saya dan keluarga. Pembentukan Rumah Kajian Ervi Pujiono dan tanaman sirsak ini adalah upaya untuk mengisi kekosongan itu. Pohon sirsak ini adalah simbol bagi keinginan kami untuk melestarikan semangat yang diberikan oleh beliau kepada kita semua. Sirsak sangat bermanfaat untuk pengobatan. Daun sirsak dapat digunakan untuk membantu menyembuhkan penyakit-penyakit, termasuk penyakit kanker.a�?

Dengan mengucap "Bismillah saya tanam pohon sirsak ini," kata Puji Pujiono. Puji Pujiono mencangkul sendiri tanah untuk tanam pohon sirsak. Puji Pujiono menanam pohon sirsak di halaman Joglo Ervi Pujiono. (Foto: Djuni Pristiyanto)

Dengan mengucap “Bismillah saya tanam pohon sirsak ini,” kata Puji Pujiono. Puji Pujiono mencangkul sendiri tanah untuk tanam pohon sirsak. Puji Pujiono menanam pohon sirsak di halaman Joglo Ervi Pujiono. (Foto: Djuni Pristiyanto)

Sambil memegang bibit atau tanaman muda pohon sirsak yang siap ditanam, Puji Pujiono melanjutkan, a�?Penanaman pohon sirsak ini sebagai pohon simbolis. Yang pertama adalah sebagai simbol perlawanan terhadap penyakit; Kedua, sebagai simbol terhadap usia Rumah Kajian Ervi Pujiono yang baru mulai; dan Ketiga sebagai simbol bahwa kehidupan terus berlangsung. Apabila pohon ini berbuah dan berkembang maka akan dapat memberi manfaat kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Saya mohon agar pohon ini dijaga bersama sehingga pohon ini dapat menjadi bermanfaat sepertiA� juga Rumah Kajian Ervi Pujiono ini. Dengan mengucapkan Bismillah saya menanam pohon ini dan minta tolong untuk dijaga dan dirawat.a�?

Berbagai pihak dan masyarakat luas percaya kalau pohon sirsak ini banyak mengandung manfaat bagi kesehatan.

Sirsak*, nangka belanda, atau durian belanda(Annona muricata L.) adalah tumbuhan berguna yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Penyebutan “belanda” dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak (dari bahasa Belanda: zuurzak, berarti “kantung asam”) didatangkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda ke Nusantara, yaitu pada abad ke-19, meskipun bukan berasal dari Eropa.

Tanaman ini ditanam secara komersial atau sambilan untuk diambil buahnya. Pohon sirsak bisa mencapai tinggi 9 meter. Di Indonesia sirsak dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 1000 m dari permukaan laut.

Kandungan zat tanaman sirsak** antara lain:
Buah sirsak mengandung banyak karbohidrat, terutama fruktosa. Kandungan gizi lainnya adalah vitamin C, vitamin B1 dan vitamin B2 yang cukup banyak.

Buah Sirsak mengandung Mineral yaitu fosfor dan kalsium, mempunyai kadar sodium (natrium) yang rendah, tetapi tinggi potasium (kalium). Perbandingan kalium dan natrium yang tinggi sangat menguntungkan dalam rangka pencegahan penyakit hipertensi.

Selain komponen gizi, buah sirsak juga sangat kaya akan komponen nongizi. Salah satu di antaranya adalah mengandung banyak serat pangan
(dietary fiber), yaitu mencapai 3,3 g per 100 g daging buah.

Daun sirsak mengandung acetogenins, annocatacin, annocatalin, annohexocin, annonacin, annomuricin, anomurine, anonol, caclourine, gentisic acid, gigantetronin, linoleic acid, muricapentocin.

Menyiapkan lahan. (Foto: Djuni Pristiyanto)

Menyiapkan lahan. (Foto: Djuni Pristiyanto)

Sementara itu khasiat dan manfaat sirsak antara lain***:

  • Mampu menghambat pertumbuhan bakteri.
  • Membantu menghambat mutasi gen.
  • Membantu menghambat perkembangan virus.
  • Membantu menghambat perkembangan parasit.
  • Membantu menghambat pertumbuhan tumor.
  • Membantu merileksasi otot, sebagai anti kejang.
  • Membantu meredakan nyeri.
  • Mampu menekan peradangan.
  • Menurunkan kadar gula darah.
  • Menurunkan demam.
  • Menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Menguatkan saraf.
  • Membantu menyehatkan jantung.
  • Membantu meningkatkan produksi asi pada itu hamil.
  • Membantu melebarkan pembuluh darah.
  • Membunuh cacing parasait.
  • Mengurangi stres.
  • Menguatkan pencernaan.
  • Meningkatkan nafsu makan.

Bahan bacaan:
* Sirsak. https://id.wikipedia.org/wiki/Sirsak. Diakses pada 12 Mei 2017.
** Sirsak – Ciri-Ciri Tanaman serta Khasiat dan Manfaatnya. http://www.tanobat.com/sirsak-ciri-ciri-tanaman-serta-khasiat-dan-manfaatnya.html. Diakses pada 12 Mei 2017.
*** Sirsak – Ciri-Ciri Tanaman serta Khasiat dan Manfaatnya. http://www.tanobat.com/sirsak-ciri-ciri-tanaman-serta-khasiat-dan-manfaatnya.html. Diakses pada 12 Mei 2017.

a�?Penanaman pohon sirsak ini sebagai pohon simbolis," kata Puji Pujiono. (Foto: Djuni Pristiyanto)

a�?Penanaman pohon sirsak ini sebagai pohon simbolis,” kata Puji Pujiono. (Foto: Djuni Pristiyanto)

Puji Pujiono Menanam Pohon Sirsak. Jumat, 12 Mei 2017, 15.00 WIB. Ditulis oleh Djuni Pristiyanto a�� pujionocentre.org