September 27, 2018
Panduan untuk Pekerja dan Relawan Kemanusiaan

Selamat pagi!

Dalam beberapa hari lagi, progam penanganan bencana Gempa Lombok akan genap berjalan selama 2 bulan. Selama 2 bulan ini, telah terdata lebih dari 560 orang meninggal, hampir 150,000 rumah rusak, dan lebih dari 750,000 jiwa mengungsi. Tercatat pula lebih dari 3,400 relawan/ pekerja kemanusiaan dan 340 organisasi yang terlibat.

Kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap para relawan/ pekerja kemanusiaan yang sudah berkerja keras dan berjuang untuk membantu warga yang terkena dampak gempa. Ancaman gempa susulan, longsor, tsunami, dan juga musim hujan dan penyakit malaria adalah hal-hal yang tetap perlu diantisipasi pada saat menjalankan program penanganan bencana.

Praktik umum di beberapa lembaga adalah adanya pembatasan waktu kerja untuk setiap pekerja kemanusiaan antara lain 2-4 minggu bekerja lalu dilanjuti dengan masa 1 minggu untuk istirahat. Oleh karena itu, untuk rekan-rekan yang masih bertugas, kami himbau untuk tetap menjaga kondisi dan saling mengawasi kondisi fisik dan mental.

Untuk membantu rekan-rekan pekerja dan relawan kemanusiaan, Tim PREDIKT bekerja sama dengan Pujiono Centre, PULIH, dan Pusat Krisis FPsi UI menyusun panduan ini, yang dapat menjadi acuan untuk rekan-rekan dalam masa persiapan, saat penugasan, serta setelah penugasan.

Apabila ada kendala, rekan-rekan bisa berkoordinasi dengan Pos Komando Satuan Tugas Gabungan Terpadu dan jangan lupa, saat sesudah penugasan, lapor kembali ke Rumah Relawan di Posko saat akan berangkat DAN saat tiba di tujuan pemulangan, yang bisa dihubungi di 08111033102 atau 081374557789.

Cek panduannya disini