June 7, 2017
Kemensos Ingin Pekerja Sosial dan Relawan Disertifikasi
Para relawan dan Tagana sedang serius mengikuti diskusi mengenai pekerjaan sosial dan penanggulangan bencana di PUCEN pada 2 Juni 2017.

Kemensos Ingin Pekerja Sosial dan Relawan Disertifikasi
Senin, 5 Juni 2017 11:49 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Sosial mendorong adanya sertifikasi bagi pekerja sosial dalam penanggulangan bencana.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Harry Hikmat menjelaskan peningkatan kemampuan pekerja sosial sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas bansos dan pemulihan psikososial masyarakat yang terpapar bencana.

Untuk itu, harus ada sertifikasi bagi pekerja sosial dan relawan sosial TAGANA.

Narasumber dan peserta diskusi pekerjaan sosial dan penanggulangan bencana pada 2 Juni 2017.

Narasumber dan peserta diskusi pekerjaan sosial dan penanggulangan bencana pada 2 Juni 2017.

“Kemampuan dan ketangkasan para pekerja sosial mesti ditingkatkan untuk menjawab perkembangan permasalahan sosial di masyarakat. Kita mesti mengikuti perkembangan pendekatan, metode dan teknik-teknik dalam menyelesaikan masalah sosial berbasis ilmu pekerjaan sosial, tidak bisa menggunakan cara cara konvensional,” ujar Harry Hikmat, Senin(5/6/2017).

Harry juga mengaku akan menggandeng Pujiono Learning Centre dalam meningkatkan kemampuan pekerja sosial dan TAGANA di seluruh Indonesia.

Kerjasama ini lanjut Harry berupa peningkatan standar kompetensi pekerja sosial dan relawan sosial dalam penanggulangan bencana termasuk Kementerian Sosial mendorong adanya sertifikasi bagi pekerja sosial dalam penanggulangan bencana.

“Jika semua terlaksana dengan baik maka pemerintah akan mempunyai pekerja sosial yang mempunyai spesialisasi penanganan korban bencana disamping masalah sosial lainnya,” kata Harry.

Saat ini program studi pekerjaan sosial dengan kebencanaan sudah ada di STKS Bandung, namun baru tahun kedua.

Para peserta diskusi dari unsur peksos dan penanggulangan bencana

Para peserta diskusi dari unsur peksos dan penanggulangan bencana

“Kita butuh percepatan peningkatan kompetensi pekerja sosial. Paling tidak satu kabupaten/kota ada 50 pekerja sosial ahli penanggulangan bencana, sehingga butuh sekitar 25.000 orang pekerja sosial sampai dengan tahun 2019,”ujar Harry.

Indonesia sebagai negara yang rawan akan bencana tentunya membutuhkan kehadiran pekerja sosial yang sangat tanggap.

Tercatat pada tahun 2016 lalu sebanyak lebih dari 1,3 juta korban bencana alam yang membutuhkan penanganan layanan dukungan psikososial.

“Tahun ini dengan adanya iklim yang tidak menentu tentunya dikhawatirkan lebih banyak korban lagi yang harus kita tangani,” tegas Harry.

Selain meningkatkan kemampuan pekerja sosial, Kemensos juga akan terus berupaya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk ikut terlibat aktif dalam menangani masalah sosial di lingkungan mereka seperti pembentukan Kampung Siaga Bencana.

“Peran aktif masyarakat seperti TAGANA yang saat ini telah menjadi andalan pemerintah dalam penanggulangan bencana dan pekerja sosial akan hadir bersama TAGANA dalam menyelesaikan persoalan secara cepat dan profesional” ujar Harry.

Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2017/06/05/kemensos-ingin-pekerja-sosial-dan-relawan-disertifikasi